Pertanyaan ini mungkin ada disetiap orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya ke SSB (Sekolah Sepak Bola). Pada usia berapa tahun anak bisa gabung SSB?
Jawabannya bisa subyektif dan obyektif. Subyektif sesuai dengan kesiapan masing-masing anak yang tentu berbeda-beda. Sedangkan jawaban obyektif bisa diperoleh dari Buku Kurikulum Pembinaan Sepakbola Indonesia (Kurikulum PSSI) dan supaya lebih lengkap saya akan bandingkan dengan materi kategori usia latihan sepakbola dalam buku FIFA Youth Development, serta isu-isu terkait pembinaan usia dini yang dibahas oleh AFC (Asian Football Confederation) yaitu pembentukan youth academies or training centres .
Berdasarkan buku Kurikulum PSSI tersebut dibedakan pembinaan sepakbola Indonesia berdasarkan kategori usia anak, yaitu:
Fase Kegembiraan Sepakbola 6-9 Tahun
Tahap pengenalan lingkungan pergaulan baru. Bagi anak, SSB menjadi lingkungan baru ketiga setelah rumah dan sekolah. Disini SSB mirip sekolah sebagai tempat anak belajar bersosialisasi seperti dengan pelatih dan teman-temannya. Fokus latihan, (i) menanamkan kecintaan pada permainan sepakbola; (ii) mengenalkan khasanah gerak untuk peningkatan kemampuan motorik; (iii) mengenalkan konsep dasar permainan sepakbola: menang dengan cetak gol lebih banyak dibandingkan dengan lawan. Intinya fase ini harus dilakukan dengan gembira. Game yang cocok 4v4 di 1/4 lapangan normal (tanpa offside).
Jika anak Anda dalam rentang usia 6-9 tahun, maka masuk kategori ini yaitu Fase Kegembiraan bermain sepakbola. Sebagai informasi, sekarang sudah terdapat kompetisi U-8 yang diikuti sebanyak 16 SSB Sejabodetabek (IJSL U-8) dan U-9 yang diikuti sebanyak 32 SBB terbagi dalam dua group A dan B (IJL U-9).
Fase Pengembangan Skill Sepakbola 10-13 Tahun
Usia emas untuk belajar sepakbola. Fokus latihan, (i) belajar skill aksi-aksi sepakbola dalam bertahan-transisi-menyerang; (ii) PSSI fokus 4 skill yaitu Stike the ball (passing, shooting, dan heading), dribbling, first touch, dan 1v1-satu lawan satu; (iii) menyempurnakan gerak motorik, kelincahan, dan koordinasi. Intinya kemampuan skill diaplikasikan dalam permainan untuk mencari kemenangan dengan cetak gol lebih banyak daripada kebobolan. Game yang cocok 7v7 di 1/4 lapangan normal (tanpa offside).
Sebagai informasi untuk kategori usia ini sudah ada kompetisi U-10 dan U-12 yang diikuti sebanyak 40 SSB sejabodetabek (IJSL U-10 dan U-12) dan kompetisi U-13 yang diikuti sebanyak 28 SSB (IJL U-13).
Fase Pengembangan Permainan Sepakbola 14-17 Tahun
Fase pubertas. Secara fisik mengalami era pertumbuhan pesat yang kedua. Konsep diri semakin menguat, ada keinginan tinggi untuk eksis. Mulai belajar permainan 11v11 lapangan normal dan struktur permainannya, Menyerang (build-up dan finishing)- transisi- Bertahan (mengganggu build-up lawan dan finishing lawan).
Saat ini sudah ada kompetisi U-14 yang diikuti oleh 16 SSB (Liga Kompas U-14) dan Pertamina Piala Soeratin U-15 dan U-17.
Sedangkan di dalam FIFA Youth Development kategori latihan sepakbola usia dini sebagai berikut:
Building on Foundations (Basic Football Training age 13-15)
Masa pubertas (pertumbuhan menuju remaja). Belajar skill individu dan taktikal secara kolektif. belajar prinsip-prinsip permainan. Membentuk mental pemain melalui pengalaman bertanding. Tahap ini disebut Latihan dasar sepakbola. Ada perbedaan dengan Kurikulum PSSI dimana usia 13-15 tahun tersebut masuk dalam kategori Fase Pengembangan Skill (usia 10-13 tahun) dan Pengembangan Permainan (usia 14-17 tahun).
Reinforcement and Consolidation (Intermediate Football Training age 16-18)
Masa remaja. Pertumbuhan fisik sudah masuk tahap akhir. Mengaplikasikan dan mengkonsolidasikan teknik individu dan taktikal tim ke dalam sistem permainan, penguatan mental dan perilaku yang mempengaruhi kinerja tim secara kolektif. Tahap ini disebut pertengahan latihan sepakbola. Ada perbedaan dengan Kurikulum PSSI dimana usia 16-18 tahun tersebut masuk fase pengembangan permainan (disebutkan usia 14-17 tahun).
Performance, (advanced football training age 19-21)
Masa matang secara individu. Sudah terbentuk mental tinggi untuk menang (mental juara). Kemampuan beradaptasi terhadap taktikal yang berubah dan memahami strategi permainan. Jika diperhatikan Fase ini tidak ada dalam Kurikulum PSSI. Perbandingan Buku Kurikulum PSSI dengan FIFA Youth Development kaitannya dengan pembagian kategori pembinaan usia muda akan dibahas tersendiri.
Kesimpulannya. Anak mulai usia 6 tahun sampai dengan 17 tahun bisa daftar SSB. Daftar sejak usia dini, fase latihannya tentu sesuai dengan gambaran kategori usia berdasarkan Kurikulum PSSI tersebut di atas.
Demikian. Semoga bermanfaat.